My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Struktur Jaringan Hewan

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Struktur Jaringan Hewan

Struktur Jaringan Hewan

1. Jaringan Epitel

Jaringan epitelium adalah jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh organisme multicelluler, baik permukaan luar maupun permukaan dalam, misalnya pada: permukaan mulut, kerongkongan, lambung, usus, paru-paru yang sesungguhnya ada hubungannya dengan permukaan luar.


Permukaan-permukaan dalam yang lain, misalnya pada pembuluh-pembuluh darah dan rongga-rongga tubuh, yang meskipun tidak berhubungan dengan permukaan luar, juga dilapisi oleh epitelium (Radiopoetro, 1990).


Jaringan epitelium (epithelial tissue) terdapat dalam wujud lapisan-lapisan sel yang terkemas dengan rapat. Sel-sel epitelium menyatu dengan erat, dengan sedikit bahan diantara sel-sel tersebut.


Pengemasan secara ketat ini memungkinkan epitelium berfungsi sebagai suatu rintangan yang melindungi sel dari kerusakan mekanis, serangan mikroorganisme yang menyusup masuk, dan kehilangan cairan (Campbell, 1999).


Dua kriteria yang menjadi dasar pengelompokan epitelium adalah jumlah lapisan sel dan bentuk-bentuk sel pada permukaan bebasnya. Bentuk-bentuk sel yang berada pada permukaan bebas epitelium itu dapat berupa kuboidal (seperti dadu), kolumnar ( seperti bata yang dijejer berdiri), atau skuamosa (datar seperti tegel lantai).


2. Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak terdapat di dalam tubuh hewan dan manusia. Secara umum berbagai macam jaringan ikat tersusun atas dua bagian, yaitu:


Matriks (bahan dasar) adalah komponen interseluler pada jaringan ikat dan serabut atau serat-serat. Matriks merupakan materi dasar tempat sesuatu melekat. Bahan dasar penyusun matriks adalah mukopoli-sakarida sulfat dan asam hialuronat.


3. Jaringan Otot

Jaringan otot, terdiri atas sel-sel panjang yang disebut serabut otot yang mampu berkontraksi ketika diransang oleh impuls saraf. Tersusun dalam susunan partikel didalam sitoplasma, serabut otot adalah sejumlah besar mikrofilamen yang terbuat dari protein kontraktil aktin dan miosin.


Otot adalah jaringan yang paling banyak terdapat pada sebagian besar hewan, dan kontraksi otot merupakan bagian besar dari kerja seluler yang memerlukan energi dalam suatu hewan yang aktif.


4. Jaringan Saraf

Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm.


Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau serabut.


Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya.


Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia.


Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell, 1999).


Fungsi jaringan saraf adalah mengatur organ–organ atau alat-alat tubuh agar terjadi keserasian kerja dan menerima serta menghantarkan rangsangan sehingga dapat mengetahui dengan cepat keadaan dan perubahan yang terjadi di sekitar dan tersusun atas sel-sel yang disebut neuron (sel saraf) dan neuroglia (sel pendukung).


Sumber: https://newgoat.co.id/computer-launcher-apk/