My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

SOAL BOBA DI BUBBLE TEA, APA BETUL BIKIN MINUMAN HITS INI NGGAK SEHAT?

0
Posted in Umum By rte4k

SOAL BOBA DI BUBBLE TEA, APA BETUL BIKIN MINUMAN HITS INI NGGAK SEHAT?

Bubble tea kan enak banget, lebih-lebih menggunakan boba. Tanpanya, apa jadinya nongkrong bersama dengan teman-teman gayeng-ku untuk update gosip terbaru?

Mungkin tidak sedikit dari kami yang tinggal di Asia Tenggara, udah pernah coba minum bubble tea. Atau bahkan, tidak hanya mencobanya namun termasuk menggemarinya, dan selanjutnya ketagihan. Apalagi untuk mendapatkannya lumayan mudah, gerainya ada di mana-mana. Minuman yang menjadikan teh sebagai bahan baku utama ini, disediakan bersama dengan susu, kreamer, dan teman-temannya. Meski kerap kali menjadikan rasa teh tidak lagi kuat tambah jadi benar-benar manis dan creamy.

Tidak hanya dicampur bersama dengan susu, gula, kreamer, dan sebagainya. Namun, untuk memicu minuman ini semakin “beda” dan lebih menarik pasar, disediakanlah berbagai topping pendamping. Baik itu jelly, nata de coco, maupun yang paling digemari yakni boba atau termasuk dikenal bersama dengan bubble pearl. Bola-bola hitam yang enak untuk dikunyah-kunyah dan menjadikan minuman nggak langsung habis–karena nggak mampu glek-glek seketika.

Si boba ini akhir-akhir ini sedang dipermasalahkan sebab katanya memiliki kandungan bahan baku yang sungguh tak baik bagi kesehatan. Apalagi sehabis ada pemberitaan gadis berusia 14 tahun asal China yang perlu dirawat di tempat tinggal sakit sehabis dokter mendapatkan terdapatnya tumpukan boba di tubuhnya, sebab si boba ini nggak mampu tercerna bersama dengan baik.

Selain itu, terlihat pula lebih dari satu penelitian soal boba ini. Boba di dalam bubble tea ini terbuat dari tepung tapioka atau kanji dan dibentuk jadi bola-bola kecil berwarna hitam. Penelitian dari University Hospital Aachen, Jerman, mengatakan kalau ada bahan kimia layaknya binefil poliklorinat atau PCB pada boba, yang seharusnya tidak dijadikan bahan makanan. Pasalnya, bahan ini mampu memicu kanker, menurunkan proses kekebalan tubuh, proses reproduksi, hingga proses saraf. Hmmm, lengkap amat~

Sementara penelitian dari University of Queensland menyebut kalau mengkonsumsi bahan kimia PCB mampu memicu asma penderitanya jadi kambuh. Tidak hanya itu, kalau dikonsumsi oleh ibu hamil dikhawatikan bayi yang dikandung dapat mengalami gangguan kesehatan, penurunan, IQ, dan memori.

Namun, hasil penelitian tersebut ditentang oleh Lembaga Pengawas Makanan Singapura dan Taiwan—tempat bubble tea ini awal populer. Mereka sih bilangnya kalau si boba dari tapioka ini udah lewat berbagai proses uji cobalah sehingga dipastikan aman untuk dikonsumsi.

Hmmm, hayooo loh. Jadi bingung nggak untuk minum bubble tea lagi atau nggak? Wqwq.

Fyi aja, nih, walau boba serius aman dikonsumsi sebab nggak memiliki kandungan bahan kimia berbahaya, namun dia kaya dapat kalori. Bisa dibayangin nggak kalau kami mengkonsumsi bubble tea yang menggunakan topping boba? Nggak hanya ada boba namun termasuk ada susu kental manis dan gula. Hmmm, mamam, tuh! Berapa banyak kalori yang terdapat di dalam minuman manis ini?

Itu artinya, walau boba nggak memiliki kandungan kanker, namun benar-benar banyak mengkonsumsinya termasuk nggak ada baik-baiknya membuat kebugaran kita. Kebanyakan kalori mampu membuat kami gampang gendut, cuy~

Ya bagaimana tidak? Wong boba ini hanya memiliki kandungan kabohidrat semata dan nggak serius menyumbang nutrisi apa pun. Jangan benar-benar meminta di dalam setiap bulirnya memiliki kandungan vitamin, mineral, maupun serat yang mumpuni.

Tapi, kalau anda udah di dalam tahap kecanduan bersama dengan bubble tea dan teramat susah hidup tanpanya. Ya sudah, kami kasih lebih dari satu solusi. Pertama, memilih kandungan gula yang rendah atau mampu diganti bersama dengan madu sebagai pemanisnya. Btw, usahakan menggunakan madu yang asli, ya. Kalau nggak asli, mah, ya mirip aja.

Untuk susunya, hindari betul susu kental manis. Seperti udah kami jelas yang sudah-sudah, susu kuntal manis ini kandungan susunya jauuuuhhhh lebih sedikit daripada gulanya. Lah, kalau minum bubble tea menggunakan gula biasa plus susu kental manis. Hadeeeh, itu mirip aja kayak…

…kayak minum bubble tea menggunakan gula biasa plus susu kental manislah.

Kalau pengin lebih baik lagi, bolehlah nggak usah menggunakan boba. Demi kurangi mengkonsumsi tepung tapioka yang berlebih. Jadi, minum bubble tea tanpa tambahan apa-apa, memang jauh lebih baik bagi kebugaran kita. Meskipun jadi aneh, sebab minum bubble tea kok nggak menggunakan bubble.

Akan tetapi, kalau anda tetap maksa kepingin. Yaudah membeli segelas aja, terus diminum berdua. Terserah mirip siapa. Asalkan dengannya anda terasa nyaman.

Baca Juga :