My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Sebut Sekolah Dalam Proses Pembangunan, Abubakar Bantah Membiarkan

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Sebut Sekolah Dalam Proses Pembangunan, Abubakar Bantah Membiarkan

Sebut Sekolah Dalam Proses Pembangunan, Abubakar Bantah Membiarkan

Sebut Sekolah Dalam Proses Pembangunan, Abubakar Bantah Membiarkan

NGAMPRAH – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Barat mengusulkan 176

sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat untuk menerapkan kurikulum tahun 2013 (K13) atau biasa disebut Kurtilas kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal itu mengingat sekolah yang diusulkan, dinilai sudah layak untuk menerapkan kurikulum tersebut.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Juhro Hamdan menuturkan, jumlah usulan tersebut sesuai kuota yang diberikan pihak Kemendikbud kepada Disdikpora KBB. Selain itu, sekolah yang diusulkan sudah memenuhi syarat dan kriteria untuk penerapan Kurikulum 2013. ’’Kami sudah memantau bahwa ada sekolah yang memang layak menerapkan kurtilas. Sekolah-sekolah itu akan diusulkan untuk penerapan kurikulum 2013. Tapi sebelumnya akan kami verifikasi, sekolah mana saja yang betul-betul sudah layak untuk menerapkan kurkulum itu,” kata Juhro, di Ngamprah, kemarin.

Adapun kriteria sekolah yang bisa menerapkan Kurtilas sesuai dengan Permendikbud

Nomor 159 Tahun 2014, yakni minimal sekolah tersebut sudah terakreditasi B. Selain itu, lanjut dia, ketersediaan sarana penunjang seperti buku kurikulum 2013 harus tersedia. Dan yang lebih penting, kesiapan kepala sekolah maupun guru untuk menerapkan kurikulum 2013 tersebut. ’’Sekolahnya harus yang sudah terakreditasi, dan gurunya juga harus yang sudah siap menerapkan kurikulum 2013 di kelas,” ujarnya.

Sementara itu, dari 702 SD negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Bandung Barat sendiri, baru 14 SD yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Di antaranya, SDN Pancasila, SDN 1 Kayu Ambon Lembang, SDN 1 Parongpong, SDIT Al-Azhar Ngamprah dan SDIT Al-Isryad Padalarang. ’’Untuk 14 sekolah itu, naskah soal ujian sekolahnya juga menggunakan kurikulum 2013,” ungkapnya.

Adapun pada hari pertama ujian sekolah berbasis daerah (USBD) di Kabupaten Bandung Barat berjalan lancar

dan sukses, meski sebanyak 36 siswa tidak mengikuti ujian dikarenakan sakit. Namun, bagi siswa yang tidak sempat mengikuti USBD hari pertama tersebut, akan mengikuti ujian susulan pada 23-25 Mei 2016. ’’Kami optimistis para siswa yang ikut Unas akan lulus dan memiliki prestasi. Sejauh ini pelaksanaan Unas berjalan lancar dan aman,” tandasnya.

 

Baca Juga :