My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Rumus Kimia Gula dan Contohnya

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Gula sebagai sukrosa diperoleh dari jus tebu, gula bit atau aren. Namun, ada sumber gula kecil lainnya, seperti kelapa. Sumber pemanis lainnya, seperti umbi dahlia, anggur atau biji jagung, juga menghasilkan sejenis pemanis, tetapi tidak dibuat dari sukrosa sebagai komponen utama. Proses untuk produksi gula termasuk fase ekstraksi (meremas) diikuti oleh pemurnian melalui distilasi (distilasi).

Rumus Kimia Gula

Sukrosa adalah disakarida yang terbentuk dari monomernya dalam bentuk glukosa dan fruktosa, dengan rumus molekul C12H22O11 dikuti dari https://rumusrumus.com/. Senyawa ini dikenal sebagai sumber makanan dan dibentuk oleh tumbuhan, bukan oleh organisme lain seperti hewan. Penambahan sukrosa di media bertindak sebagai sumber karbon. Saccharose atau gula masak diperoleh dari gula tebu atau gula bit.
Unit glukosa dan fruktosa dihubungkan oleh jembatan oksigen acetal dengan orientasi alfa. Struktur ini mudah dikenali karena mengandung enam cincin glukosa dan lima cincin fruktosa. Proses fermentasi sukrosa melibatkan mikroorganisme yang dapat memperoleh energi dari substrat sukrosa dengan melepaskan karbon dioksida dan produk sampingan dalam bentuk senyawa alkohol. Dipercaya bahwa penggunaan ragi (ragi) dalam proses fermentasi adalah proses bioteknologi tertua dan sering disebut sebagai zymotechnic. Saccharose diproduksi sekitar 150 juta ton per tahun.

Karakteristik fisik dan kimia gula sebagai sukrosa
1. Struktur α-D-glucopyranosyl- (1 → 2) -β-D-fructofuranoside
Sukrosa, glukosa dan fruktosa dihubungkan melalui hubungan antara karbon pertama (C1) dalam subunit glukosa dengan karbon kedua (C2) milik fruktosa. Tautan ini disebut tautan glikosidik.

2. Panas dan degradasi oksidatif
Sukrosa meleleh pada 186 ° C (367 ° F) dan membentuk karamel. Seperti karbohidrat lain, sukrosa jika dibakar menghasilkan karbon dioksida dan air. Misalnya, untuk bahan bakar untuk mesin roket amatir, sukrosa digunakan sebagai bahan bakar dengan mencampur bersama dengan nitrat kalium untuk agen pengoksidasi.

48 KNO3 + 5 C12H22O11 → 24 K2CO3 + 24 N2 + 55 H2O + 36 CO2

Saccharose dicampur dengan asam klorida menghasilkan karbon dioksida, air dan asam hidroklorik:

8 HClO3 + C12H22O11 → 11 H2O + 12 CO2 + 8 HCl

Sukrosa dapat didehidrasi dengan asam sulfat untuk membentuk padatan karbon hitam murni:

H2SO4 (katalis) + C12H22O11 → 12 C + 11 H2O + panas dan H2O + SO3 sebagai hasil panas

3. Hidrolisis – rumus kimia gula
Hidrolisis memecah ikatan glikosidik dan mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa. Meski begitu, proses hidrolisis sukrosa mengalir sangat lambat sehingga butuh waktu bertahun-tahun. Proses ini dapat dipercepat berkali-kali oleh keberadaan enzim sukrase. Hidrolisis juga bisa dipercepat dengan asam, misalnya dengan bitartrate atau jus lemon, keduanya adalah asam lemah. Demikian pula, asam lambung mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa selama proses pencernaan dalam tubuh.