My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

  Potensi Zakat Terhadap Saving

0
Posted in Otomotif By rte4k

  Potensi Zakat Terhadap Saving

  Potensi Zakat Terhadap Saving

Menurut Riyardi (2002;319) zakat hanya memnuhi dimensi pertama. Sebab potensi dan realisasi penerimanan zzakat pertahun lebih kurang sebesar 7 triliun. Jumlah ini seharusnya lebih besar lagi, mengingat banyaknya penduduk beragama Islam di Indonesia. [13]

Perlu diingat bahwa zakat hanya dapat diambil dari beberapa aspek saja, seperti uang, usaha peternakan, usaha perkebunan, usaha pertanian. Zakat juga dapat dikembangkan melalui penghasilan, deposito, dan rumah.

Pertama, akan dibahas potensi zakat pertanian yang ada di Indonesia. Zakat pertanian sendiri akan dibayarkan ketika masa panen.

Menurut beberapa ulama berpenbendapat bahwa zakat jenis ini dikeluarkan sebesar 10 % setelah dikurangi dengan biaya operasional dan juga jumlah yang akan dikonsumsi sendiri.

Namun ulama lebih sepakat dengan pendapat bahwa zakat yang diambil yakni sebesar 2,5 % dari hasil panen setelah dikurangi biaya perawatan tumbuhan yang ditanam. Berikut adalah data mengenai jumlah hasil pertanian yang ada di Indonesia:

Gambar 4.2 Hasil Pertanian Rumah Tangga

Gambar 4.3 Hasil Pertanian Perusahaan

Sumber: Sensus Pertanian BPS

Dari besarnya hasil pertanian yang ada sesuai dengan data yang ada di atas, maka seharusnya kontribusi zakat pertanian akan lebih berkontribusi.dari data tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa dari zakat di bidang pertanian rumah tangga pada tahun 2013 saja Indonesia akan mendapatkan saving sebesar Rp. 65.338.675.000,-. Sementara itu untuk perusahaan sebesar Rp. 104.125.000,-.

Bidang selanjutnya yakni zakat profesi. Jika esensi dari zakat pertanian dibayarkan setiap kali panen, maka zakat profesi akan dibayarkan setiap kali menerima gaji. Selain itu zakat profesi bukan dimabil  dari gaji bersih setelah dikurangi dengan berbagai kebutuhan namun diambil dari gaji kotor yang dibayarkan kepada pekerja tersebut. Berikut adalah data mengenai gaji pekerja pada setiap bidang profesi di Indonesia:

Gambar 4.3 Data Pekerja Profesional

Sumber: BPS

 Dari data di atas terdapat beberapa golongan pekerja yang tidak wajib untuk mengeluarkan zakat atas hartanya. Setelah dikurangi dengan jumlah tersebut masih didapat jumlah yang besar. Dari jumlah yang tersisa akan diambil sesuai nishabnya.

Kebanyakan dari pekerja yang membayarkan sebagian pendapatannya untuk zakat yakni pekerja yang berada pada lingkup keuangan syariah terutama perbankan syariah. Pekerja dalam bidang tersebut akan membayarkan zakat secara otomatis melalui rekening mereka dengan MOU pihak Baznas. Mereka akan mendapatkan gaji yanng telah dipotong dengan zakat tersebut.

Potensi berikutnya yakni zakat peternakan. Zakat peternakan sama halnya dengan zakat pertanian dibayarkan setiap kali masa panen. Berikut adalah data jumlah produksi peternakan lima tahun terakhir: