My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

piagam madinah

0
Posted in Umum By rte4k

Hubungan Kerosulan Nabi Muhammad Dan HAM

Dalam pembahasan kita tentang HAM dalam diskursus klasik Islam sejak dari Piagam Madinah, Khutbah Haji Wada’, Mâqashid Sharî’ah/Dharûriyyât Khamsah dapat dilihat kesesuaian antara prinsip-prinsip HAM dalam Islam dan dalam DUHAM. Tercatat ada beberapa hak asasi manusia yang penyebutan selalu ada pada ketiga dokumen di atas, yaitu hak hidup atau hak perlindungan atas jiwa, kebebasan agama atau hak terhadap agama, hak
terhadap harta benda atau hak ekonomi. Hak-hak lainnya disebutkan dalam satu dokumen tapi tidak di dokumen lainnya adalah: hak kesetaraan dalam bidang hukum dan pemerintahan,
hak memperoleh jaminan keamanan, hak perempuan, hak anak atau keturunan, dan hak atas kehormatan diri dan hak privasi. Dengan demikian dapat disebutkan di sini pembahasan HAM dalam Hadits dan fiqih klasik telah merumuskan

hak-hak asasi manusia sebagai berikut:

1. Hak hidup
2. Kebebasan beragama atau hak atas agama
3. Hak ekonomi atau hak atas harta benda
4. Hak kesetaraan di bidang hukum dan pemerintahan 176
5. Hak untuk berkumpul dan berorganisasi
6. Hak memperoleh jaminan keamanan diri
7. Hak perempuan
8. Hak anak atau keturunan (termasuk hak bekeluarga)
9. Hak atas kehormatan diri dan privasi.
Dari analisis dokumen klasik Islam tentang HAM dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar HAM dalam istilah modern baik hak-hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial dan budaya telah tercakup dalam teks-teks klasik Islam baik yang berusumber dari Nabi saw maupun dari penafsiran kalangan ulama klasik. Kita dapat menegaskan bahwa HAM dalam Islam bukanlah wacana baru tapi wacana lama yang melekat dengan kehadiran Islam itu sendiri sejak pertama kali hadir di Makkah pada abad ke-6 Masehi. Hal ini dalam perspektif yang berbeda memperkuat klaim bahwa HAM adalah nilai-nilai universal yang berlaku di segala waktu dan tempat karena menjawab kebutuhan-kebutuhan dasar manusia sebagai manusia bukan sebagai kelompok identitas tertentu. Pengembangan rumusan HAM di zaman modern oleh masyarakat Barat tidak menjelaskan supremasi Barat atas peradaban lain. Tapi
mempertegas kekuasaan Tuhan yang menciptakan manusia dengan segala martabat kemanusiaannya yang suci. Pasalnya, kalau bukan masyarakat Barat yang mengembangkannya di dunia modern, maka masyarakat dari peradaban lain yang akan
mengambil peran itu. Pengembangan dalam arti perluasan penafsiran tentang pemenuhan, penghormatan dan perlindungan HAM di zaman modern harus dilihat sebagai konsekuensi kemajuan berpikir masyarakat manusia yang harus menjawab masalah-masalah kemanusiaan yang semakin kompleks. Memang sudah semestinya begitu. Namun membayangkan sekelompok kecil masyarakat Islam di daerah terpencil Makkah dan Madinah 15 abad lalu
mendeklarasikan Hak-hak asasi manusia tentu orang-orang itu sangatlah maju berpikirnya. Mengutip Robert N Bellah, seorang sosiolog Amerika, bahwa masyarakat Islam Madinah pada masa 177 Nabi saw terlalu cepat untuk menjadi modern (too early to be modern). Apa yang dapat dipahami dari ungkapan ini bagi umat Islam modern? Jelas bahwa berpikir jauh ke depan adalah karakter dasar Islam. Dengan begitu memperluas dan mengembangkan penafsiran atas konsep HAM dalam Islam, Maqâshid Sharî’ah dan Dharûriyât Khamsah perlu dilakukan. Karena itu memang bagian dari semangat Islam sendiri. Tentu dengan syarat tidak kebablasan sehingga mengorbankan spirit penghargaan terhadap martabat kemanusiaan itu sendiri. Lebih dari itu, keistimewaan masyarakat awal Islam di bawah kepemimpinan Nabi dan para sahabatnya bukan terletak pada konsep atau nilai-nilai HAM yang diucapkan
atau tercatat dalam dokumen, tapi lebih pada komitmen dan konsitensi mereka menjalankannya dalam kehidupan nyata. Jadi pertanyaannya bukan lagi apakah HAM sesuai dengan Islam ? Tapi apakah umat Islam siap menjalankan nilai-nilai HAM secara konsekuen dan konsisten? Nilai-nilai HAM modern yang mengedepankan kesetaraan dan non diskriminasi adalah semangat yang sejak awal telah ditiupkan oleh ajaran Islam.²


Sumber: https://scorpionchildofficial.com/