My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

PERADABAN ROMAWI TIMUR

0
Posted in Umum By rte4k

Table of Contents

PERADABAN ROMAWI TIMUR

Kerajaan Romawi didirikan pada tahun 753 sebelum masehi (SM). Roma menjadi pusat mercusuar Romawi sekaligus Ibu kota kerajaan. Secara usia kota Roma lebih tua dari kerajaan Romawi karena jauh sepuluh abad sebelum kerajaan Romawi lahir, kota Roma sudah lama berdiri kokoh. Namun sayangnya, pada 395 SM setelah kematian Thedosius I, kekaisaran Romawi pecah menjadi dua bagian, kerajaan Romawi Barat (Roma) dan Kerajaan Romawi Timur, dengan beribu kota di Konstantinopel dan Konstantinus Agung (kaisar Constantin) sebagai Maharaja.

Seperti biasa, dalam sebuah kerajaan pasti terjadi pasang surut masa kejayaan. Begitu pula kerajaan Romawi, masa kejayaan disandang kerajaan Romawi ketika di bawah pimpinan Maharaja Yustianus I (527-565 M). Di era ini pula terjadi peperangan sengit dengan kerajaan Persia Sasanid, dan berujung pada sebuah perjanjian yang disebut “Perjanjian Damai Kekal” walaupun dalam praktik perjalanannya tidak kekal. Berkat jasa panglima Belisarius dan Narses, Romawi di bawah Yustianus I berhasil menaklukkan Afrika Utara, Italia, dan beberapa kawasan lainnya dari tangan bangsa Vandal dan Bangsa Got Timur.

Membicarakan kebudayaan Romawi tidak dapat dilepaskan dari afiliasi Yunani yang menghegemoninya. Pengaruh budaya Yunani sangat besar terhadap corak kebudayaan Romawi. Filsafat, kesenian, Ilmu pengetahuan, dan Kesusastraan Romawi secara esensial merupakan sinergitas dan kontinuitas dari kebudayaan Yunani.

Agama

Negeri-negeri yang berada dibawah kekuasaan Romawi Timur pada umumnya beragama nasrani yang pada waktu itu terpecah dalam berbagai aliran. Adapun yang termasyur diantara aliran tersebut ada tiga, yaitu sebagai berikut :

  1. Aliran Yaaqibah bertebaran di Mesir, Habsyah dan lain-lain.
  2. Aliran Nasathirah, Bertebaran di Musil, Irak dan Persia
  3. Aliran Mulkaniyah bertebaran di Afrika Utara, Sisilia cyria dan Spanyol

Diantara ketiga aliran ini terdapat perbedaan keyakinan. Aliran Yaaqibah berkeyakinan bahwa Isa Al-Masih adalah Allah dengan pengertian bahwa Allah dan manusia bersatu dalam diri Al masih. Sedangkan aliran Nasathirah dan Mulkaniyah berkeyakinan bahwa dalam diri Al- Masih terdapat dua tabiat, yaitu tabiat ke Tuhanan dan tabiat kemanusiaan.

Perbedaan seru terus-menerus terjadi antara aliran-aliran ini tertang keyakinan kepercayaan kepada Allah. Dilukiskan dalam Al-qur’an tentang kepercayaan mereka itu.

Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” (Q.S. Al- Maidah (5):72)

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” (Q.S. Al- Maidah (5):73)

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”.(Q.S. Al- Maidah (5):116)

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/