My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Nabi Yusuf a.s dan Jabatan

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Nabi Yusuf a.s dan Jabatan

Allah SWT mengisahkan disaat Nabi Yusuf a.s. ditawari sebuah jabatan oleh raja kafir: “Dan raja berkata, “Bawalah dia (Yusuf) kepadaku sehingga saya memilih dia (sebagai orang yang dekat) kepadaku.” Ketika dia (raja) tetah bercakap-cakap dengan dia, dia (raja) berkata, “Sesungguhnya anda (mulai) hari ini menjadi seorang yang berkedudukan tinggi di lingkungan kita dan dipercaya.” Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah saya bendaharawan negeri (Mesir); sebab sebetulnya saya adalah orang yang pandai merawat dan berpengetahuan.” (QS. Yusuf [12]: 54-55).

Syekh Abdurrahman As-Sa’di menyebutkan mengenai ayat ini didalam tafsirnya Bahjatul Qulub Al-Abrar bahwa Nabi Yusuf a.s meminta posisi sebagai bendaharawan Mesir sebab ia memiliki kekuatan dan ilmu untuk lakukan tugas selanjutnya yang tidak barangkali dikerjakan orang lain.

Yaitu, merawat harta dengan sempurna, mengerti segala segi yang terkait dengan perbendaharaan tersebut, baik pengeluaran, pembelanjaan, maupun penegakan keadilan yang sempurna.

Kemudian disaat beliau memandang sang raja mendekatkan diri kepadanya (menjadikannya orang kepercayaan) dan mengutamakannya atas raja itu sendiri dan juga terhadap kedudukan yang tinggi, udah menjadi kewajiban baginya untuk memberikan pengarahan yang prima bagi raja dan rakyat. Itu adalah suatu keharusan didalam tugasnya sebagai utusan Allah.

Ketika Nabi Yusuf lakukan tugas merawat perbendaharaan Mesir, beliau mengupayakan untuk menguatkan pertanian sehingga tidak tersisa satu tempat pun berasal dari tanah Mesir, berasal dari ujung ke ujung yang lain, yang pantas untuk ditanami, melainkan beliau tanami selama tujuh tahun. Lalu, beliau bentengi dan jaga dengan penjagaan yang terlampau ajaib.

Setelah itu, datanglah tahun-tahun paceklik. Manusia terlampau perlu pangan. Beliau pun mengupayakan menimbang dengan penuh keadilan sehingga melarang para pedagang untuk belanja makanan sebab risau mendesak orang-orang yang butuh. Kemudian terwujudlah kebaikan dan keuntungan yang banyak dan juga kegunaan yang tidak terhitung.

Perihal Nabi Yusuf a.s pernah menjadi pembicaraan antara Umar bin Khaththab r.a dan Abu Hurairah r.a. Diriwayatkan oleh Muhammad bin Sirrin r.a bahwa Umar r.a menugaskan Abu Hurairah r.a sebagai gubernur di tempat Bahrain.

Lalu, Abu Hurairah r.a datang mempunyai duit 10.000 dirham. Umar r.a berkata kepadanya, “Apakah engkau peruntukkan harta ini untuk keperluan pribadimu, wahai musuh Allah dan musuh kitab-Nya?!”

Abu Hurairah r.a menjawab, “Aku bukan musuh Allah maupun musuh kitab-Nya, tetapi justru musuh yang memusuhi keduanya.”

Umar r.a menukas, “Lalu, berasal dari mana hartamu ini?”

“Itu adalah kuda yang berkembang biak dan hasil pekerjaan budakku dan juga perlindungan yang datang sebagian kali,” jawab Abu Hurairah.

Mereka pun memeriksanya. Ternyata benar apa yang dikatakan Abu Hurairah.

Setelah hal itu berlalu, Umar r.a memanggil Abu Hurairah r.a untuk ditugaskan kembali, tetapi ia menolak. Kemudian Umar berkata, “Mengapa anda tidak bahagia jabatan ini, padahal udah memintanya orang yang lebih baik darimu, Yusuf a.s.?”

Abu Hurairah menjawab,” Yusuf adalah seorang nabi, putra seorang nabi, dan cucu seorang nabi. Sedangkan, saya, Abu Hurairah, putra seorang ibu yang kecil. Dan, saya risau tiga malah dua (perkara).”

Umar r.a berkata, “Mengapa tidak kau katakan lima (perkara) saja?”

Abu Hurairah menjawab, “Saya risau berkata tanpa ilmu, mengambil keputusan tanpa kesabaran dan pikir panjang, kuatir punggungku dicambuk, hartaku diambil, dan kehormatanku dicela.”

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :