My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Mendikbud Minta KemenPUPR Percepat Pembangunan Sekolah di Pidie Jaya

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Mendikbud Minta KemenPUPR Percepat Pembangunan Sekolah di Pidie Jaya

Mendikbud Minta KemenPUPR Percepat Pembangunan Sekolah di Pidie Jaya

Mendikbud Minta KemenPUPR Percepat Pembangunan Sekolah di Pidie Jaya

Guna memastikan percepatan revitalisasi sekolah pasca gempa, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali mengunjungi Pidie Jaya, Aceh. Ini merupakan kunjungan ketiga kalinya sejak gempa di Pidie Jaya, 7 Desember lalu.

Mendikbud melihat langsung proses belajar-mengajar yang sudah berlangsung di tenda-tenda darurat sekaligus memeriksa perkembangan pembangunan sekolah darurat.

Ikut bersama rombongan Sekjen Kemendikbud Dirjen Dikdasmen Kemendikbud Hamid Muhammad, Direktur Pembinaan SD Wowon Wirdiyat dan Direktur Pembinaan Pendidikan dan Layanan Khusus Renani Pantjastuti, Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman, dan Staf Khusus Mendikbud Bidang Hubungan Antar Lembaga Fajar Riza Ul Haq. Ikut mendampingi Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Tri Budiarto, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Darjo, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya Syaiful.

Mendikbud mengunjungi dan berbicara dengan siswa SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru, TK

Al Hidayah, SDN Jalan Rata, SMK Kesehatan Putra Nanggroe, dan SMAN 1 Trienggadeng.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini disambut dengan gembira oleh guru dan siswa di sekolah-sekolah tersebut walaupun mereka harus melaksanakan proses belajar-mengajar di tenda-tenda darurat karena ruang-ruang kelas sementara masih dalam proses pembangunan oleh KemenPUPR.

Sejauh ini sudah didirikan 170 tenda di 68 titik lokasi sekolah. Sebanyak 158 ruang kelas sementara juga sedang dibangun di 28 titik lokasi sekolah yang rusak berat.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada guru dan siswa

yang dengan semangat tinggi kembali ke sekolah walau dengan berbagai keterbatasan,” ujar Mendikbud dalam siaran pers, Senin 2 Januari 2016.

“Siswa-siswa tetap gembira walau belajar di bawah tenda, guru-guru juga tetap semangat untuk mengajar,” ungkap Kepala SDN Jalan Rata Hamdiah saat berdialog dengan Mendikbud di lokasi.

Muhadjir menyampaikan bahwa pembangunan ruang kelas darurat dan gedung permanen menjadi tanggung jawab KemenPUPR dengan anggaran dari BNPB. Sedangkan Kemendikbud bertanggung jawab menyediakan mebeler dan peralatan pembelajaran.

“Saya mengharapkan KemenPUPR segera menuntaskan pembangunan ruang kelas

sementara dan memulai pembangunan gedung sekolah permanen, sehingga Kemendikbud dapat memenuhi kewajibannya menyediakan mebeler dan alat pembelajaran yang dibutuhkan ruang-ruang kelas nanti. Gedung sekolah yang baru nanti harus lebih baik dari yang lama,” ungkap Mendikbud di depan para siswa.

Harapan senada diutarakan Kepala SMPN 3 Bandarbaru Rusli. Ia juga berharap dapat segera pindah dari tenda ke gedung yang layak.

Mendikbud juga berharap sekolah-sekolah yang rusak ringan betul-betul mengajak siswanya kembali ke sekolah.

“Karena itu trauma healing dan bimbingan psikososial penting dan akan terus dilakukan oleh Kemdikbud,” ujar Mendikbud sambil menambahkan bahwa Kemdikbud terus akan melatih guru-guru dengan trauma healing, selain juga menyediakan school kits dan alat pembelajaran walaupun proses belajar-mengajar

 

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/lili.ariyanti/2018/01/06/sejarah-kerajaan-sriwijaya/