My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

masing-masing sila pancasila memiliki

0
Posted in Umum By rte4k

Pengaruh pancasila sebagai modal bangsa

Setelah Proklamasi Kemerdekaan di tanda tangani Soekarno-Hatta dan kemudian di ucapkan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Negara Indonesia ada. Proklamis kemerdekaan itu merupakan norma yang pertama sebagai penjelmaan pertama dari sumber segala sumber hukum yaitu Pancasila yang merupakan jiwa dan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Pada anggal 18 agustus 1945 sumber dari segal sumber hukum Negara Indonesia itu dijelmakan dalam Pembukaan UUD 1945 dan pembukaan kecuali merupakan penjelmaan sumber dari segala sumber hukum sekaligus juga merupakan Pokok Kaidah Negara yang Fundamental seperti yang di uraikan oleh Notonegoro. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan merupakan penjelmaan pertama dari pancasila sebagai sumber hukum yang menegaskan berdirinya Negara Indonesia dan pembukaan merupakan penjelmaan kedua pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang memberi tujuan, dasar dan perangkat untuk mencapai tujuan. Keduanya itu berasal dari sumber yang sama tetapi ternyata memiliki fungsi yang sedikit berbeda meskipun tidak dapat dipisahkan. Maka ada yang menyebut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu sebagai Norma Pertama (Joeniarto, 1966:9), sedangkan menurut Notonegoro Pembukaan merupakan Pokok Kaidah Negara Fundamental dan sekaligus Sumber Tertib Hukum Negara Indonesia yang tertulis.

1. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Setiap sila-sila dalam pancasila sama sekali tidak dapat dipisahkan. Sila-sila tersebut kemudian masuk pada gandung dari pasal-pasal UUD 1945 yang membentuk negara dengan jelas dan menciptakan pasal-pasal yang mengandung dari sila-sila pancasila. Sila ke-4 dengan tegas dapat ditetapkan merupakan sila yang harus menjiwai pasal-pasal yang berkaitan dengan negara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pasal-pasal UUD 1945 memberi norma hidup bernegara yang jelas yaitu wilayah negara akan ditentukan bersama dengan negara-negara tetangga.[5]

2. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa
Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila sila ketiga
terutama konsep E. Renan yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan, sedangkan faktor-faktor yang mendorong manusia yang ingin bersatu itu bermacam-macam. Maka untuk melacak pasal-pasal yang mentransformasikan sila ke-3 itu orang harus mengingat unsur-unsur konsep bangsa tersebut. Dalam hal ini keinginan bersama untuk bersatu beserta faktor-faktornya.
Norma-norma itulah yang harus diikuti agar orang-orang Indonesia dapat hidup berbangsa sesuai dengan pancasila. Dalam hal ini pengajaran dan kebudayaan merupakan penunjang hidup berbangsa yang amat strategis, sebab lewat kedua hal itu sifat-sifat kesukuan yang mempunyai daya tolak menolak yang memecah belah dapat diperlemah atau bahkan dihilangkan. Sedangkan sifat-sifat kesukuan yang mempunyai daya tarik menarik dan saling melengkapi untuk mencapai kesempurnaan dapat dikembangkan dan disebarluaskan.[6]

3. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat
Hidup bermasyarakat ialah hidup bersama. Kehidupan bersama ini dapat dilihat dari beberapa segi. Segi ekonomi menampakkan kegiatan berproduksi, pembagian dan penggunaan barang dan jasa, segi kehidupan politik menampakkan kegiatan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat, segi agama dsb. Dalam kehidupan bersama itu selalu nampak unsur-unsur sosial yang menjadi objek studi sosiologi. Unsur-unsur sosial yang pokok ialah norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan sosial. Unsur-unsur itu terjalin menjadi satu sama lain dan keseluruhannya disebut struktur sosial. Pengaruh timbal balik antara segi-segi kehidupan tersebut disebut proses sosial.[7]

Recent Posts