My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Kerajaan Kutai

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Kerajaan Kutai

Prasasti yang bersifat yupa atau tiang batu berjumlah tujuh buah ditulis dengan pakai huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Para ahli epigrafi berhasil membaca isi prasasti itu agar kita beroleh berita mengenai Kerajaan Kutai yang berkenaan dengan kehidupan politik, sosial, ekonomi, dan budaya. Kerajaan itu diperkirakan keluar terhadap abad V M atau lebih kurang tahun 400 Masehi.

a. Kehidupan Politik
Menurut prasasti tersebut, raja Kerajaan Kutai yang terbesar adalah Mulawarman. Ia adalah putra Aswawarman, namun Aswawarman adalah putra Kundunga. Ditilik dari nama sebutannya, para ahli berpendapat bahwa nama Mulawarman dan Aswawarman beroleh dampak dari India. Karena, di India termasuk ditemukan nama-nama serupa. Sebaliknya, para ahli mengatakan bahwa nama Kundungga yang merupakan kepala suku itu adalah nama asli Indonesia. Selain itu, prasasti Yupa termasuk menyebut Aswawarman sebagai Dewa Ansuman atau dewa Matahari dan diakui sebagai Wangsakerta atau pendiri keluarga raja.
Raja Mulawarman sendiri sudah menganut agama Hindu. Bahkan dalam prasasti itu ditulis bahwa ia sudah menyedekahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana. Ia merupakan pendiri dinasti dalam agama Hindu.

b. Kehidupan Sosial
Kehidupan sosial dalam Kerajaan Kutai sanggup diamati dari pelaksanaaan upacara penyembelihan kurban. Salah satu yupa mengatakan bahwa Raja Mulawarman beri tambahan sedekah bersifat 20.000 ekor lembu kepada kaum brahmana. Sedekah itu sendiri dikerjakan di tanah suci yang bernama Waprakeswara,yaitu daerah suci untuk memuja Dewa Syiwa. Dari moment itu, kita sanggup menyaksikan bahwa interaksi yang terjadi antara Raja Mulawarman dengan kaum brahmana terkait secara erat dan harmonis.

c. Kehidupan Ekonomi
Ketujuh Yupa yang ditemukan di lebih kurang Muarakaman tidak mengatakan secara khusus kehidupan ekonomi Kerajaan Kutai. Hanya keliru satu Yupa mengatakan bahwa Raja Mulawarman sudah mengadakan upacara korban emas dan tidak menghadiahkan sebanyak 20.000 ekor sapi untuk golongan brahmana. Tidak ada sumber yang tentu mengenai asal usul emas dan sapi yang biasa digunakan untuk upacara-upacara kerajaan. Tetapi dari situ kita sanggup menduga bahwa Kerajaan Kutai sudah laksanakan kesibukan perdagangan.

d. Kehidupan Budaya
Karena Kerajaan Kutai sudah mendapat dampak agama Hindu, maka kehidupan agamanya sudah lebih maju. Salah satu contohnya adalah pelaksanaan upacara penghinduan atau pemberkatan seseorang yang memeluk agama Hindu yang disebut Vratyastoma.
Upacara selanjutnya dikerjakan sejak pemerintahan Aswawarman dan dipimpin oleh para pendeta atau brahmana dari India. Baru terhadap jaman pemerintahan Mulawarman, upacara selanjutnya dipimpin oleh kaum brahmana dari Indonesia. Dari situ kita sanggup menyaksikan bahwa kaum brahmana dari Indonesia ternyata sudah miliki tingkat intelektual yang tinggi gara-gara sanggup menguasai bahasa Sanskerta. Karena, bahasa ini bukanlah bahasa yang dipakai sehari-hari oleh rakyat India melainkan bahasa resmi kaum brahmana untuk persoalan keagamaan.

Baca Juga :