My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Jumlah Debu di Atmosfer Meningkat

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Jumlah Debu di Atmosfer Meningkat

  • Sebuah studi menunjukkan bahwa jumlah debu di atmosfer memang telah berlipat ganda dibanding abad lalu.
  • Tak hanya membuat rumah dan segala isinya kotor, kenaikan jumlah debu yang dramatis itu juga mempengaruhi iklim dan ekologi diseluruh dunia. Debu ini bukan hanya sesuatu yang biasa kitabersihkan dari permukaan meja, tapi juga partikelhalus yang mengambang di udara di lapisan atmosfer bumi dan berasal dari gurun-gurun di Afrika Selatan serta Timur Tengah.
  • Studi yang dipimpin oleh Natalie Mahowald, pakar ilmu kebumian dan atmosfer di Cornell University tersebut menggunakan pemodelan komputer dan data yang tersedia untuk memperkirakan jumlah debu gurun, atau partikel tanah, di atmosfer sepanjang abad ke-20. Studi yang dipresentasikan dalam pertemuan American Geophysical Union di San Francisco, Desember 2010, tersebut adalah penelitian pertama yang melacak fluktuasi partikel aerosol alami (bukan yang diakibatkan kegiatan manusia) di seluruh duniaselama satu abad.
  • Untuk mengukur fluktuasi dalam debu gurun selama seabad , para ilmuwan mengumpulkan data dari pengeboran inti es, sedimen danau, dan terumbu karang yang masing-masing menyimpan informasi tentang konsentrasi debu gurun di kawasan itu pada masa lampau. Data setiap sampel itu kemudian dihubungkan dengan daerahasal debu. Dari informasi tersebut, para ilmuwan menghitung tingkatpengendapan debu selama itu.
  • Dengan mengaplikasikan komponen sistem pemodelan komputer yang disebut sebagai Community Climate System Model. tim Mahowald merekonstruksi pengaruh debu gurun terhadap temperatur, kuantitas (jumlah) air yang jatuh kembali ke bumi,endapan zat besi laut, dan penangkapan karbon terrestrial selamasatu abad.
  • Di antara hasil yang mereka peroleh, para ilmuwan menemukan bahwa perubahan temperatur dan presipitasi regional menyebabkan penurunan penangkapan karbon terrestrial global sebesar 6 parts per million (ppm) selama abad ke-20. Simulasi itu juga memperlihatkan bahwa debu yang mengendap di laut meningkatkan penangkapan karbon dari atmosfer sekitar 6 persen, atau 4 ppm, selama periode yang sama.
  • Berbeda dengan mayoritas riset lain tentang dampak partikel aerosol terhadap iklim yang hanya difokuskan pada aerosol anthropogenic, yang dilepaskan kegiatan manusia lewat pembakaran, kata Mahowald, studinya juga menitikberatkan peran penting aerosol alami. “Kini kami mempunyai sejumlah informasi tentang bagaimanadebu gurun berfluktuasi,” katanya. “Hal itu benar-benar membawadampak besar untuk memahami sensitivitas iklim, dan kami sangat membutuhkan lebih banyak data dari berabad-abad lalu.”

sumber :
https://areaponsel.com/spartan-wars-apk/