My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

INDIKATOR DAN BATAS MINIMAL PRESTASI BELAJAR

0
Posted in Pendidikan By rte4k

INDIKATOR DAN BATAS MINIMAL PRESTASI BELAJAR

 

INDIKATOR DAN BATAS MINIMAL PRESTASI BELAJAR

INDIKATOR DAN BATAS MINIMAL PRESTASI BELAJAR

 

Latar Belakang Masalah

easyprintshop.co.id – Oleh: Yuri Alamsyah, M.Pd.I  – Secara psikologi semua orang selalu ingin mencapai cita-cita yang diinginkannya. Ia akan berusaha dengan sekuat tenaga demi keberhasilan tersebut. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk bekerja secara optimal adalah motivasi, baik itu motivasi intrinsik ataupun motivasi ekstrinsik. Karena fungsi dari motivasi itu sendiri adalah sebagai pendorong seseorang untuk berbuat atau bertindak dan menentukan arah perbuatan kearah yang hendak dicapai. Jadi, dengan adanya motivasi, seseorang tergerak untuk melakukan segala tugas demi suatu tujuan atau cita-cita.

Di dalam setiap lembaga pendidikan, hal terpenting yang diinginkan adalah prestasi yang baik dari anak didik. Untuk mencapai prestasi yang baik, anak didik tersebut harus belajar. Sebagaimana pamaparan Muhibbin Syah, “Belajar adalah key ‘term’“ (istilah kunci) yang paling vital dalam setiap usaha pendidikan, sehingga tanpa belajar sesungguhnya tidak ada pendidikan”.

Suatu kegiatan belajar dapat dikatakan maksimal jika prestasi yang diinginkan tercapai dengan hasil yang memuaskan dan efisien (hemat waktu, biaya dan tenaga). Adapun salah satu cara untuk mengetahui hasil proses belajar tersebut adalah dari nilai yang diberikan oleh pendidik. Dengan nilai tersebut, maka anak didik akan merasa punya pegangan, pedoman dan hidup dalam kepastian bathin. Disamping itu, anak didik butuh mengetahui statusnya diantara teman-temannya. Misalnya, apakah ia tergolong anak pilihan, yang pandai, yang sedang dan sebagainya; juga kadang ia butuh membandingkan dirinya dengan teman-temannya demi kemajuannya di masa yang akan datang .

 

Pengertian Prestasi Belajar

 

Kemampuan intelektual siswa sangat menentukan keberhasilan siswa dalam memperoleh prestasi, untuk mengetahui berhasil tidaknya seseorang dalam belajar maka perlu dilakukan evaluasi, tujuanya untuk mengetahui prestasi yang diperoleh siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung. Menurut Baharuddin dan Esa Nur Wahyuni prestasi merupakan hasil belajar yang berasal dari infomasi yang telah diperoleh pada tahap proses belajar sebelumnya.

Menurut Asep Jihat belajar adalah kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidikan.[1] Sedangkan menurut Sardiman belajar merupakan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan sebagainya.[2] Prestasi belajar yang sering disebut juga hasil belajar yang artinya apa yang telah dicapai oleh suatu siswa setelah melakukan kegiatan balajar yang mencakup aspek kongnitif, afektif dan psikomotor.[3]

Prestasi siswa dapat diartikan hasil yang diperoleh karena adanya aktivitas belajar yang telah dilakukan. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar karena kegiatan belajar merupakan proses sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar mengajar. Prestasi belajar adalah tingkatan keberhasilan dalam mempelajari materi pelajaran disekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil tes.[4]

Menurut Oemar Hamalik untuk mengetahui sejauh mana prestasi belajar siswa maka perlu diadakan pengukuran secara :

  1. Assessment adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk mengukur prestasi belajar (achievement) siswa sebagai  hasil dari suatu program intruksional
  2. Pengukuran (measurement) berkenaan dengan pengumpulan data deskriptif tentang produk siswa dan atau tingkah laku siswa, dan hubungannya dengan standar prestasi atau norma.[5]

Berdasarkan pengertian diatas maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki oleh siswa dalam menerima, menolak dan menilai informasi – informasi sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran, yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Tinggi rendahnya prestasi belajar  siswa dapat diketahui setelah diadakan penilaian hasil belajar.

Menurut Slameto mengemukakan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar banyak jenisnya tetapi dapat digolongkan menjadi dua yaitu faktor interen dan faktor eksteren. Secara rinci faktor tersebut adalah sebagai berikut [6] :

  1. Faktor interen meliputi :
  2. Faktor jasmani yang terdiri atas faktor kesehatan dan cacat tubuh
  3. Faktor psikologi yang terdiri atas intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kelemahan
  4. Faktor eksteren meliputi :
  5. Faktor keluarga terdiri atas cara orang tua mendidik, relasi antar anggota keluarga, suasana rumah tangga dan keadaan ekonomi keluarga
  6. Faktor sekolah terdiri atas metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, disiplin, keadaan gedung, metode mengajar, dan tugas belajar
  7. Faktor masyarakat terdiri atas kegiatan siswa dalam masyarakat, media masa, temen bergaul, bentuk kehidupan masyarakat

Prestasi belajar atau hasil belajar siswa perlu diketahui oleh siswa yang bersangkutan guna mengetahui seberapa besar kemajuan yang telah dicapai oleh siswa serta seberapa baik kualitas dari proses pembelajaran itu sendiri. Prestasi belajar siswa dapat ketahui melalui proses evaluasi pembelajaran.

Tujuan evaluasi adalah sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui tingkat kemajuan yang telah diketahui siswa dalam kurun waktu proses belajar tertentu. Sehingga guru dapat mengetahui kemajuan perubahan tingkah  laku siswa sebagai hasil proses pembelajaran.
  2. untuk mengetahui posisi atau kedudukan siswa dalam kelompok kelasnya. posisi yang dimaksud adalah mutu kemampuan yang dimiliki siswa di kelas jika dibandingkan dengan teman – temen lainnya
  3. Untuk mengetahui tingkat usaha yang dilakukan siswa dalam belajar. Maka dengan evaluasi guru dapat mengetahui usaha yang dilakukan siswa apakah efisien atau tidak dalam usaha mencapai prestasi
  4. Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah mendayagunakan kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki untuk keperluan belajar dalam usaha mencapai prestasi belajar.
  5. Untuk mengetahui keefektifan metode mengajar yang telah digunakan guru dalam proses belajar mengajar.

 

Baca Juga :