My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Ekosistem DAS dan Jaringan Sungai

0
Posted in Umum By rte4k

Ekosistem DAS dan Jaringan Sungai

Ekosistem DAS

DAS (Daerah Aliran Sungai) merupakan suatu wilayah yang memiliki kesatuan ekosistem yang dibatasi oleh pemisah topografis dan berfungsi sebagai pengumpul, penyimpan, dan penyalur air, sedimen, unsur hara melalui sistem sungai, mengeluarkannya melalui outlet tunggal yaitu ke danau/laut (Naharuddin et al., 2018).

Ekosistem DAS adalah sistem yang kompleks karena melibatkan berbagai komponen biogeofisik dan sosial dan budaya yang saling berinteraksi satu dengan lainnya.

Dimana kompleksitas ekosistem DAS mempersyaratkan suatu pendekatan pengelolaan yang bersifat multi-sektor, lintas daerah, termasuk kelembagaan dengan kepentingan masing-masing serta mempertimbangkan prinsip-prinsip saling ketergantungan (Naharuddin et al., 2018).

Ekosistem DAS diklasifikasikan menjadi 2, yaitu :

  1. DAS bagian hulu merupakan daerah aliran sungai yang mempunyai ciri sebagai daerah konservasi. Bagian DAS ini mempunyai fungsi sebagai perlindungan terhadap DAS bagian hilir atau daerah yang terancam oleh bahaya erosi. Dimana keberadaan sektor kehutanan di daerah hulu yang terkelola dengan baik dan terjaga keberlajutannya dengan didukung oleh prasarana dan sarana di bagian tengah .
  2. DAS bagian tengah merupakan daerah aliran sungai yang mempunyai fungsi dan manfaat DAS di bagian hilir, baik untuk pertanian, kehutanan, maupun tata ruang, dalam pengelolaan DAS diperlukan adanya kooridnasi berbagai pihak terkait baik lintas sektoral maupun lintas daerah secara baik.
  3. DAS bagian hilir merupakan daerah aliran sungai yang digunakan sebagai daerah pemanfaatan yang mempunyai keterkaitan biofisik melalui daur hidrologi.

Jaringan Sungai 

Menurut Permen No 39 tahun 1989 tentang pembagian wilayah sungai pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa sungai merupakan sistem pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi pada kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.

Wilayah sungai mempunyai sistem pengelolaan DAS, dimana pengelolaan DAS ini merupakan suatu proses formulasi dan implementasi kegiatan atau program yang bersifat manipulasi sumberdaya alam dan manusia yang terdapat di daerah aliran sungai untuk memperoleh manfaat produksi dan jasa tanpa menyebabkan terjadinya kerusakan sumberdaya air dan tanah (Asdak, 2010; Naharuddin et al., 2018).

Jaringan sungai dapat mempengaruhi besarnya debit aliran sungai yang dialirkan oleh anak-anak sungainya. Jaringan sungai dapat diukur secara kuantitatif dari nisbah percabangan yaitu perbandingan antara jumlah alur sungai orde tertentu dengan orde sungai tingkat di atasnya (Naharuddin et al., 2018).

  1. Pola jaringan sungai adalah suatu bentuk aliran sungai yang dipengaruhi pola aturan tertentu baik dari struktur morfologi alami sungai. Terdapat 8 pola dasar aliran sungai yaitu dendritikparareltrelilisrektangularradialannularpinnatecentripetal.
  2. Kerapatan jaringan sungai merupakan faktor morfometri yang menggambarkan kapasitas penyimpanan air permukaan dalam cekungan-cekungan seperti danau, rawa, dan badan sungai yang mengalir di suatu DAS. Dimana kerapatan aliran sungai dapat dihitung dari rasio total panjang jaringan sungai terhadap luas DAS yang bersangkutan.
  3. Sistem jaringan sungai merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi debit air dan muatan sedimen melayang melalui bentuk DAS. Dimana bentuk DAS terdapat tiga yaitu daerah pengaliran berbentuk pararel, daerah berbentuk bulu burung, dan daerah pengaliran berbentuk radial atau circuliar.

Recent Posts