My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Diabetes Tipe 1: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

0
Posted in Kesehatan By rte4k

Diabetes Tipe 1: Gejala, Penyebab, Diagnosis, Pengobatan

Diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh tingginya persentase gula darah di di dalam tubuh akibat ketidakmampuan insulin di dalam menekan laju peningkatan gula darah tersebut. Secara umum, diabetes terdiri dari 3 jenis utama yakni diabetes jenis 1, diabetes jenis 2, dan diabetes gestasional. Kali ini akan dibahas perihal diabetes jenis 1 terasa dari ciri-ciri, penyebab, sampai penyembuhan dan pencegahannya.

Apa Itu Diabetes Tipe 1?
Diabetes jenis 1 adalah suasana saat persentase gula darah (glukosa) melebihi batas normal. Hal ini bisa berjalan dikarenakan tubuh tidak bisa memproses insulin di dalam kuantitas cukup. Insulin sendiri merupakan hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berguna untuk mengatur persentase glukosa di di dalam tubuh. Akibat insulin yang diproduksi sedikit, glukosa tidak bisa diserap bersama dengan baik oleh sel dan terjadilah penumpukan.

Diabetes jenis ini tidaklah mirip bersama dengan diabetes jenis 2. Jika diabetes jenis 1 disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproses insulin di dalam kuantitas yang cukup (atau bahkan tidak bisa memproses insulin mirip sekali), maka memproses insulin tetap berjalan terhadap penderita diabetes jenis 2. Hanya, insulin tersebut tidak bisa menggerakkan fungsinya untuk mengontrol gula darah bersama dengan optimal.

Prevalensi Kasus Diabetes Tipe 1
Dibandingkan bersama dengan diabetes jenis 2, diabetes jenis 1 adalah jenis diabetes yang lebih jarang terjadi. Penyakit ini sejatinya terbagi ulang jadi tiga subjenis, namun yang sering berjalan adalah diabetes Juvenile.

Subjenis diabetes jenis 1 ini kebanyakan dialami oleh mereka yang berusia di bawah 30 tahun, tak kecuali anak-anak. Hal ini tentu tidak serupa bersama dengan diabetes jenis 2 yang kebanyakan dialami oleh mereka yang berusia lanjut atau diabetes gestasional yang menyasar wanita hamil.

Ciri dan Gejala Diabetes Tipe 1
Juvenile diabetes ditandai oleh sejumlah gejala yang kemunculannya terbilang cepat (bisa berjalan di dalam hitungan sebagian minggu).

Berikut adalah ciri-ciri atau gejala diabetes jenis 1 yang perlu untuk Anda ketahui dan waspadai!

1. Mudah Haus
Gejala pertama yang umum dirasakan adalah gampang terasa haus. Hal ini dimungkinkan dikarenakan tingginya persentase glukosa sebabkan organ ginjal kudu bekerja ekstra di dalam menyaring gula yang berlebih tersebut. Alhasil, urine yang dihasilkan oleh ginjal jadi lebih kental.

Guna mempermudah sistem pengeluaran urine, tubuh butuh lebih banyak cairan untuk mengencerkan urine. Inilah yang kemudian sebabkan tubuh bereaksi bersama dengan membangkitkan rasa haus manfaat beroleh cairan tambahan.

2. Peningkatan Frekuensi Buang Air Kecil (BAK)
Berkaitan bersama dengan gejala yang pertama, gejala setelah itu adalah meningkatnya frekuensi membuang air kecil (BAK).

Pasalnya, rasa haus yang sering keluar sebabkan penderita diabetes jenis ini kudu sering minum. Akibatnya, kandung kemih gampang untuk terisi penuh. Inilah yang kemudian sebabkan keinginan untuk membuang air kecil jadi meningkat.

3. Berkeringat pas Tidur
Produksi keringat berlebih—terutama di malam hari pas tengah tidur—juga jadi gejala diabetes jenis 1 yang kudu diketahui.

Apabila sepanjang ini Anda atau anak Anda jarang atau bahkan tidak dulu berkeringat mirip sekali saat tidur dan tiba-tiba jadi sering berkeringat, sebaiknya kudu waspada dan langsung kunjungi dokter manfaat dikerjakan kontrol lebih lanjut.

4. Mudah Lapar
Penderita diabetes juvenil juga akan lebih sering terasa lapar.

Gejala yang satu ini keluar dikarenakan sel tubuh tidak bisa menyerap glukosa akibat tidak memadainya persentase insulin. Padahal, glukosa yang diserap tersebut nantinya akan diubah jadi energi.

Akibat suasana tersebut, tubuh jadi kekurangan kekuatan yang kemudian berujung terhadap munculnya rasa lapar.

5. Berat Badan Menurun Drastis
Mereka yang menderita jenis diabetes yang satu ini sebenarnya akan jadi lebih sering makan. Akan tetapi, suasana ini tidak sebabkan tubuh mengalami peningkatan massa.

Alih-alih berat badan bertambah, yang berjalan justru berat badan mengalami penurunan secara drastis. Mengapa demikian? Jawabannya tak lain juga dikarenakan ketidakmampuan tubuh untuk menyerap glukosa yang seharusnya jadi sumber energi.

Akibat tidak ada ‘bahan bakar’ utama yang bisa digunakan, tubuh kemudian manfaatkan lemak yang ada sebagai alternatif sumber energi. Alhasil, massa lemak akan berkurang dan berdampak terhadap menurunnya berat badan.

6. Tubuh Terasa Lelah
Gejala diabetes jenis 1 lainnya yang juga dirasakan oleh penderita penyakit ini adalah kelelahan yang mendera tubuh terus-menerus.

Pasalnya, glukosa yang jadi sumber kekuatan tidak bisa diserap bersama dengan baik oleh sel akibat sedikitnya kuantitas insulin yang diproduksi. Akibatnya, tubuh jadi kekurangan kekuatan dan cepat sekali terasa lelah.

Jika suasana ini berjalan terhadap anak-anak, tentu saja akan berdampak terhadap terganggunya aktivitas sehari-hari terasa dari studi sampai bermain.

7. Penglihatan Kabur
Diabetes juvenil pun sebabkan penderitanya mengalami gejala bersifat kaburnya penglihatan.

Dilansir dari WebMD, penglihatan yang kabur terhadap penderita diabetes jenis ini dikarenakan tingginya persentase gula di di dalam tubuh juga sebabkan lensa mata mengalami pembengkakan yang kemudian merubah kapabilitas organ tubuh tersebut di dalam menggerakkan fungsinya sebagai indera penglihatan.

Selain itu, tetap ada sebagian gejala lainnya yang barangkali dialami oleh para penderita diabetes jenis ini yaitu:

Napas pendek
Mulut dan kulit kering
Mual
Muntah
Sakit perut
Wajah memerah
Baik diabetes jenis 1 maupun diabetes jenis 2 punya ciri-ciri atau gejala yang secara umum mirip. Oleh dikarenakan itu, kudu dikerjakan kontrol lebih lanjut manfaat tahu jenis diabetes apa yang Anda derita.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Anda amat disarankan untuk langsung barangkali memeriksakan diri ke dokter sekiranya merasakan keliru satu atau sebagian dari gejala di atas dan telah berjalan di dalam pas yang cukup lama bersama dengan intensitas yang makin meningkat dari pas ke waktu.

Penanganan medis sedini barangkali diharapkan bisa menaikkan kesempatan kesembuhan penyakit ini. Sebaliknya, penanganan medis yang terlambat berisiko mengundang komplikasi yang bisa saja membahayakan nyawa.

Penyebab Diabetes Tipe 1
Penyebab diabetes jenis 1 adalah tidak mampunya tubuh—dalam perihal ini pankreas—untuk memproses cukup insulin, yakni hormon yang digunakan untuk memecah glukosa supaya bisa diserap oleh sel tubuh dan setelah itu digunakan sebagai sumber energi.

Belum bisa diketahui secara tentu mengapa perihal ini bisa terjadi, namun adanya persoalan terhadap sistem imun tubuh (autoimun) diduga kuat jadi pemicunya. Autoimun yang seharusnya berguna untuk menjaga tubuh justru berbalik menyerang atau merusak, di dalam perihal ini sel-sel yang ada di pankreas.

Akibatnya, pankreas tidak bisa memproses insulin di dalam kuantitas yang cukup. Bahkan, ada sebagian persoalan di mana pankreas mirip sekali tidak bisa menghasilkan insulin. Inilah yang kemudian sebabkan gula darah mengalami peningkatan persentase dikarenakan tidak digunakan oleh tubuh sebagai ‘bahan bakar’.

Faktor Risiko Diabetes Tipe 1
Penyakit gula darah ini juga terpengaruh oleh sejumlah segi risiko yang meliputi:

1. Faktor Usia
Faktor risiko yang pertama adalah usia. Diabetes jenis 1 sebenarnya tak mengenal usia, di dalam artian seluruh umur bisa saja terkena penyakit yang satu ini.

Akan tetapi, anak-anak—mulai dari balita sampai remaja—menjadi group umur yang paling rentan untuk mengalami penyakit tersebut. Kelompok pertama yakni anak umur 4 sampai 7 tahun, kemudian group kedua adalah anak umur 10 sampai 14 tahun.

2. Faktor Genetik
Adanya kelainan genetik yang berasal dari orang tua juga berpotensi sebabkan anak mengalami diabetes juvenil ini di kemudian hari.

3. Faktor Riwayat Keluarga
Apakah Anda punya bagian keluarga entah itu orang tua, kakek, nenek, paman, bibi, maupun lainnya yang punya riwayat diabetes jenis ini?

Jika ya, maka risiko Anda atau anak Anda untuk menderita penyakit ini di kemudian hari juga makin besar.

4. Faktor Lingkungan
Pada sebagian kasus, diabetes juvenil ini bisa jadi dipicu oleh virus. Kendati demikian, belum ada penjelasan lebih lanjut perihal jenis virus apa yang bisa menaikkan risiko seseorang untuk terkena diabetes jenis 1.

Selain itu, jenis diabetes yang satu ini diketahui lebih sering dialami oleh masyarakat yang tinggal di lingkungan yang punya iklim dingin ketimbang panas (tropis).

5. Ras
Meskipun belum bisa dipastikan, namun sebagaimana dikutip dari Healthline, segi ras juga punya pengaruh terhadap risiko seseorang untuk menderita diabetes jenis ini.

Dikatakan bahwasanya diabetes jenis 1 lebih umum berjalan terhadap mereka yang juga ke di dalam ras kulit putih ketimbang ras-ras lainnya yang ada di dunia.

Bagi Anda yang terasa punya keliru satu dari ketiga segi risiko di atas, melakukan langkah pencegahan (akan dijelaskan selanjutnya) jadi amat perlu manfaat meminimalisir risiko dikarenakan biar bagaimanapun penyakit ini bisa dicegah.

Diagnosis Diabetes Tipe 1
Guna meyakinkan kecuali pasien menderita diabetes jenis ini sekaligus menentukan metode penyembuhan layaknya apa yang bisa diterapkan cocok bersama dengan kondisi, dokter kudu untuk melakukan diagnosis khususnya dahulu. Diagnosis adalah serangkaian tahapan kontrol untuk menentukan suatu penyakit yang dialami oleh seseorang.

Pada persoalan diabetes jenis 1, tahapan diagnosis yang umum dikerjakan adalah sebagai berikut:

1. Anamnesis
Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berkenaan bersama dengan keluhan yang dialami oleh pasien. Pertanyaan-pertanyaan tersebut di antaranya meliputi:

Gejala apa saja yang dirasakan?
Sudah berapa lama suasana ini berlangsung?
Apakah dulu mengalami suasana ini sebelumnya?
Apakah ada bagian keluarga bersama dengan riwayat penyakit yang sama?
2. Pemeriksaan Fisik
Tahap setelah itu adalah memeriksa suasana fisik pasien untuk mencari tahu apakah ada abnormalitas terhadap fisik yang mengarah ke gejala diabetes juvenil ini.

Pemeriksaan fisik yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Memeriksa apakah ada luka di tangan dan kaki
Memeriksa suasana mata
Memeriksa suasana kulit
Selain itu, prosedur kontrol fisik standar layaknya mengukur tekanan darah, berat dan tinggi badan juga akan dikerjakan di tahapan ini.

3. Pemeriksaan Penunjang
Guna meyakinkan hasil diagnosis, dokter juga akan melakukan sejumlah kontrol penunjang yang kebanyakan terdiri dari:

Tes AC1, adalah tes yang bertujuan untuk tahu persentase glukosa kebanyakan di dalam kurun pas 2 sampai 3 bulan terakhir. Tes ini akan mengukur persentase gula darah yang ada terhadap hemoglobin. Persentase 6,5 ke atas mengindikasikan kecuali pasien sebenarnya terkena diabetes.
Tes gula darah acak, adalah tes untuk tahu persentase gula darah di di dalam tubuh yang mana sampe darah akan disita secara acak. Artinya, sampel darah bisa disita kapanpun (tanpa kudu berpuasa khususnya dahulu). Kadar glukosa yang meraih angka 200 mg/dL mengindikasikan diabetes.
Tes gula darah puasa, adalah tes untuk tahu persentase gula darah setelah tidak makan semalaman. Kadar gula darah puasa yang kurang dari 100 mg/dL tergolong aman, persentase gula darah antara 100-125 mg/dL tergolong pra-diabetes, sedangkan persentase gula darah di atas 126 mg/dL.
Setelah hasil diagnosis membuktikan hasil positif, dokter juga kebanyakan akan melakukan kontrol terhadap sistem kekebalan tubuh pasien. Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit diabetes jenis ini merupakan imbas dari abnormalitas sistem imun.

Pengobatan Diabetes Tipe 1
Pengobatan diabetes jenis 1 terbagi jadi 2, yakni penyembuhan medis dan penyembuhan rumahan sebagai penunjang. Simak informasinya tersebut ini!

1. Pengobatan di Rumah
Penderita diabetes juvenil bisa melakukan sejumlah aktivitas tersebut ini untuk mengoptimalkan sistem penyembuhan penyakit tersebut:

Mengatur Pola Makan
Pemilihan makanan yang tepat jadi kunci utama bagi pasien diabetes kecuali mengidamkan kesempatan kesembuhan penyakitnya tinggi.

Disarankan bagi pasien untuk banyak mengkonsumsi buah dan sayuran dan hindari makanan punya kandungan gula, lemak, dan garam.

Olahraga
Penderita diabetes jenis ini juga disarankan untuk memperbanyak aktivitas fisik layaknya berolahraga ringan. Tidak kudu olahraga berat, berjalan kaki enjoy atau jogging juga telah cukup untuk membantu mengontrol persentase glukosa di di dalam tubuh. Dengan catatan, melakukan aktivitas olahraga ini secara rutin dan teratur.

Medical Check Up Rutin
Melakukan kontrol medis (medical check up) secara rutin juga jadi langkah untuk mengoptimalkan penyembuhan penyakit ini.

Selain memeriksakan diri ke dokter secara langsung, Anda juga bisa manfaatkan alat tes persentase gula darah yang bisa didapatkan di apotek atau toko obat. Baca petunjuk penggunaan alat bersama dengan seksama sebelum saat menggunakan.

Kelola Stres bersama dengan Baik
Terakhir, pastikan untuk mengelola stres bersama dengan baik. Pasalnya, stres juga bisa sebabkan peningkatan gula darah.

2. Pengobatan Medis
Sementara itu, penyembuhan medis yang diterapkan terhadap penderita diabetes ini mencakup:

Terapi Insulin
Terapi insulin adalah metode perawatan diabetes jenis 1 yang dimaksudkan untuk menjaga supaya persentase insulin di di dalam tubuh tetap mencukupi supaya persentase gula darah terkontrol. Insulin diberikan tiap-tiap hari bersama dengan langkah diinjeksi.

Ada sebagian jenis insulin yang umum diberikan, yaitu:

Rapid-acting insulin
Short-acting insulin
Intermediate-acting (NPH) insulin
Long-acting insulin
Pemilihan jenis insulin tersebut sesuai bersama dengan kebutuhan dan suasana pasien. Pastikan Anda beroleh insulin yang tepat.

Obat-Obatan
Selain insulin, pasien juga akan diberikan obat-obatan. Beberapa jenis obat-obatan yang umum diberikan adalah sebagai berikut:

Obat antihipertensi, bertujuan untuk menjaga kesehatan dan manfaat ginjal.
Aspirin, bertujuan untuk menjaga jantung.
Obat antikolesterol, bertujuan untuk menjaga supaya persentase lemak HDL, LDL, dan trigliserida tetap normal.
Komplikasi Diabetes Tipe 1
Jika tidak langsung ditangani—atau tidak mendapat penanganan medis yang tepat—penyakit ini bisa berujung terhadap sejumlah komplikasi.

Berikut adalah komplikasi diabetes juvenil yang kudu diketahui dan waspadai!

Penyakit Pembuluh Darah, penyakit ini bisa menaikkan risiko penyakit yang berkenaan bersama dengan pembuluh darah (angina, serangan jantung, stroke, aterosklerosis).
Kerusakan Saraf, persentase glukosa yang melebihi batas normal bisa merusak pembuluh darah kapiler. Padahal, pembuluh darah ini berguna untuk mengirimkan nutrisi bagi sistem saraf.
Kerusakan Ginjal, penyakit ini bisa merusak sistem filtrasi ginjal supaya berujung terhadap malfungsi dari organ tersebut.
Kerusakan Mata, penyakit ini bisa merusak retina mata yang kemudian bisa berujung terhadap kerusakan mata sampai sebabkan kebutaan.
Komplikasi Kehamilan, penyakit ini berbahaya sekiranya dialami oleh ibu hamil. Tidak cuma untuk dirinya sendiri, namun juga janin yang tengah dikandungnya.
Infeksi, penyakit ini sebabkan penderitanya rentan mengalami infeksi (bakteri dan jamur) khususnya di mulut dan kulit.
Pencegahan Diabetes Tipe 1
Belum bisa dipastikan apa yang amat bisa menghambat seseorang terkena diabetes jenis ini. Akan tetapi, Anda barangkali bisa sedikit meminimalisir risikonya bersama dengan langkah menerapkan pola hidup sehat seperti:

Membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman yang punya kandungan banyak gula.
Banyak mengkonsumsi buah dan sayuran.
Olahraga teratur.
Istirahat yang cukup.
Kelola stres bersama dengan baik.

Baca Juga :