My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Uncategorized Archive

Sepatu Sepak Bola

0
Posted in Uncategorized

Sepatu Sepak Bola Nike CTR360 MAESTRI II ELITE Sepatu Sepakbola yang pertama adalah Nike CTR360 MAESTRI II ELITE dirancang untuk para pemain yang menguasai kontrol di lapangan. Mengendalikan tempo dengan penempatan bola yang akurat, mendikte permainan dan menciptakan kesempatan adalah kebutuhan yang penting untuk seorang pemain MAESTRO lini tengah dan sepatu ini juga dikatakan dapat memberikan akurasi lebih agan dalam menembakan / memberikan Umpan. Buat Pemain sepakbola terkenal yang memakainya sendiri adalah Cesc Fabregas , Andreas Iniesta. Nike Mercurial Victory II Sepatu Sepakbola yang kedua adalah Nike Mercurial Victory II Keunggulan sepatu ini adalah menggunakan teknologi FLYWIRE, yaitu teknologi serat kawat yang menghasilkan efek ringan yang luar biasa. Hal ini membuat sepatu terasa jadi sangat nyaman ketika digunakan dan bagi kalian yang mempunyai selera simple

Read Post

Peran Manajemen Strategi Untuk meraih segala cita-cita atau tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi atau perusahaan maka penerapan manajemen stratejik justru sangat dibutuhkan guna apa yang diinginkan bersama dapat kit capai dengan sebaik mungkin. Peran manajemen stratejik ketika diimplementasikan dalam suatu organisasi maka setiap unit atau bagian yang ada dalam organisasi tersebut dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebaik mungkin.Apalagi melihat perkembangan zaman sekarang ini, dimana setiap organisasi perusahaan telah melakukan ekspansi pasar guna mendapatkan keuntunga yang banyak. Semuanya itu perlu langkah strategis dan taktik yang tepat sehingga proses atau langkah yang diambil oleh pimpinan dapat dijalankan seefektif dan seefisen mungkin. Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu

Read Post

Fungsi dan Tujuan BMT

0
Posted in Uncategorized

Fungsi dan Tujuan BMT Fungsi BMT Mengidentifikasi, memobilisasi, mengorganisasi, mendorong dan mengembangkan potensi ekonomi anggota, kelompok anggota muamalat (Pokusma) dan daerah kerjanya. Meningkatkan kualitas SDM anggota dan pokusma menjadi professional dan islami sehingga semakin utuh dan tangguh dalam menghadapi persaingan global. Menggalang dan memobilisasi potensi masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan anggota. Menjadi perantara keuangan antara agnia ( Yang berhutang ) sebagai shahibul maal dengan duafa sebagai mudharib, terutama untuk dana social seperti zakat, infaq, sedekah wakaf hibah dll. Menjadi perantara keuangan antara pemilik dana baik sebagai pemodal maupun penyimpan dengan pengguna dana untuk pengembangan usaha produktif. Tujuan BMT Didirikannya BMT dengan tujuan meningkatkan kualitas usaha ekonomi untuk kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pengertian tersebut dapat dipahami bahwa BMT berorientasi pada upaya peningkatan

Read Post

 Hukum-hukum Menurut Tempat Berlaku Hukum nasional             Hukum nasional adalah sekumpulan hukum yang sebagian besar terdiri atas prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang harus ditaati oleh masyarakat dalam suatu negara, dan oleh karena itu juga harus ditaati dalam hubungan-hubungan antara mereka satu dengan lainnya. Hukum Nasional di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukum Agama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarah masa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan  sebutan  Hindia  Belanda  (Nederlandsch-Indie).  Hukum  Agama,  karena sebagian besar masyarakat Indonesia menganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari’at  Islam  lebih  banyak  terutama  di  bidang  perkawinan,  kekeluargaan  dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistem hukum Adat, yang merupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat

Read Post

Hukum-hukum Menurut Bentuk Hukum tertulis Hukum tertulis adalah hukum yang telah ditulis dan di cantumkan dalam peraturan perundang-undangan Negara baik yang dikodifikasi ataupun yang tidak dikodifikasi.   Contoh hukum Tertulis : hukum perdata tertulis dalam KUH Perdata, hukum pidana dituliskan dalam KUHPidana.             Hukum tertulis yang dikodifikasikan maksudnya yaitu hukum tata Negara yang sudah dubukukan pada lembaran Negara dan sudah diumumkan/ di undangkan. Jika hukum tersebut dikodifikasikan maka kelebihannya yaitu adanya kepastian hukum, adanya kekuasaan hukum dan adanya penyederhanaan hukum. Sedangkan Kekurangannya yaitu bergeraknya hukum menjadi lambat tidak mampu dengan cepat mengikuti hal-hal yang terus bergerak maju. Untuk Hukum yang tidak dikodifikasi sebaliknya.          Contoh hukum tertulis yang dikodifikasikan yaitu KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana). Contoh hukum tertulis yang tidak

Read Post

Prospek Pendidikan Umum

0
Posted in Uncategorized

Prospek Pendidikan Umum Bunyamin Maftuh (Seminar Pendidikan Umum ; 1998 ; 120) mengatakan “Pendidikan Umum bukanlah program atau mata pelajaran pilihan yang dapat dipilih sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat siswa ; Pendidikan Umum memberikan pendidikan yang general, dalam sikap, nilai, moral, pengetahuan, dan keterampilan, bukan untuk membinan spesialisasi akademis atau vakasional terntu”. Dalam bahasan selanjutnya dikatakan bahwa ” Pendidikan Umum di Indonesia merupakan pendidikan yang harmonis yang mengembangkan aspek kognitif (pengetahuan, pengertian, pemahaman, dsb), aspek afektif (nilai, moral, sikap dsb), dan psikomotor (keterampilan), namun dengan penekanan yang lebih besar pada aspek afektif. Hal ini sejalan dengan tujuan umum dari Pendidikan Umum, yaitu membina warga negara Indonesia yang memiliki kepribadian yang baik, terpadu dan terdidik, yang secara singkat disebut manusia Indonesia seutuhnya”. Berdasarkan uraian di

Read Post

Kuliah Jurusan Filsafat

0
Posted in Uncategorized

Serba-Serbi Kuliah Jurusan Filsafat yang Perlu Dipahami Menjadi mahasiwa jurusan filsafat, kamu mungkin akan langsung teringat dengan Socrates atau Plato hingga teori-teori mendalam yang terkadang sulit untuk dipahami. Filsafat bukan hanya sekadar mata kuliah yang diajarkan di jurusan Ilmu Komunikasi, lho ya! Nyatanya, ada jurusan tersendiri yang mempelajari ilmu ini di beberapa universitas dan sekolah tinggi di Indonesia. Karena tidak seumum jurusan lain, filsafat pun seringkali disepelekan. “Mau jadi apa kamu nanti setelah lulus?!” “Nggak ada prospek kariernya, udahlah pilih jurusan yang pasti-pasti aja!” Jangan buru-buru salah tingkah jika kamu dihadapkan dengan omongan di atas. Karena tak kenal maka tak sayang, yuk coba ketahui dulu apa saja yang bisa kamu dapatkan di jurusan filsafat! Apa yang Dipelajari di Jurusan Filsafat? Bagi orang awam, filsafat mungkin

Read Post

UU No.36 TAHUN 1999 MENGENAI TELEKOMUNIKASI UU No.36 Tentang Telekomunikasi Penjelasan UU No.36 Tentang Telekomunikasi Undang-undang Nomor 36 Tahun tentang Telekomunikasi, pembangunan dan penyelenggaraan telekomunikasi telah menunjukkan peningkatan peran penting dan strategis dalam menunjang dan mendorong kegiatan perekonomian, memantapkan pertahanan dan keamanan, mencerdaskan kehidupan bangsa, memperlancar kegiatan pemerintah an, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka wawasan nusantara, dan memantapkan ketahanan nasional serta meningkatkan hubungan antar bangsa. Perubahan lingkungan global dan perkembangan teknologi telekomunikasi yang berlangsung sangat cepat mendorong terjadinya perubahan mendasar, melahirkan lingkungan telekomunikasi yang baru, dan perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan telekomunikasi, termasuk hasil konvergensi dengan teknologi informasi dan penyiaran sehingga dipandang perlu mengadakan penataan kembali penyelenggaraan telekomunikasi nasional. Tujuan Penyelenggaraan Telekomunikasi Tujuan penyelenggaraan telekomunikasi yang demikian dapat dicapai, antara lain, melalui reformasi

Read Post

Pendekatan, Metode, Teknik Ilmu Bantu, dan Jenis Penelitian Pendekatan yang dipakai dalam antropologi menggunakan pendekatan kuantitatif (positivistik) dan kualitatif (naturalistik). Artinya dalam penelitian antropologi dapat dilakukan melalui pengkajian secara statistik-matematis baik dilakukan untuk mengukur pengaruh maupun korelasi antar variabel penelitian, maupun dilakukan secara kualitatif-naturalistik. Selain dikenal pendekatan positivistik dan naturalistik menurut Kapplan dan Manners (1999: 6) dalam antropologi juga dikenal pendekatan relativistik dan komparatif. Pendekatan relativistik memandang bahwa setiap kebudayaan merupakan konfigurasi unik yang memiliki cita rasa khas dan gaya serta kemampuan tersendiri. Keunikan ini sering dinyatakan dukungan maupun tanpa dukungan bukti serta tidak banyak upaya membahas atau menjelaskannya. Memang dalam pengertian tertentu, setiap budaya itu unik, persis sebagaimana uniknya individu, tiap helai rambut, dan tiap atom di alam semesta tidak sama. Akan tetapi bagaimana

Read Post