My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Budidaya Pohon Aren Secara Intensif

0
Posted in Pertanian By rte4k

Budidaya Pohon Aren Secara Intensif – Orang jarang mau membudidayakan aren lantaran melihat pohon aren yg tumbuh liar pada alam, baru bisa berproduksi setelah berumur 10-12 tahun. Padahal apabila ditanam dan dirawat menggunakan baik, aren telah dapat mulai berproduksi dalam umur 6-7 tahun saja.

Secara generik, aren produksi dibagi menjadi tiga jenis. Aren cepat berbuah, aren dalam dan aren tingi. Persilangan aren genjah menggunakan aren dalam bisa membuat aren sadang. Kekurangan & kelebihan masing-masing jenis telah penulis paparkan pada tulisan sebelumnya. Penulis sendiri menanam aren jenis dalam, menurut pertimbangan ekonomis.

Di Tawau, Malaysia, aren telah dikebunkan secara profesional & membuat methanol, ethanol fuel grade & alcohol pharmacy grade.

Menurut perhitungan kami, bila dibudidayakan menggunakan baik, pada rentang waktu 15 tahun, maka aren dapat membuat uang 4-lima kali lebih banyak dibanding uang yg dihasilkan oleh tumbuhan kelapa sawit atau karet.

Saat berproduksi, satu pohon kelapa sawit akan membentuk uang rerata Rp.525/pohon/hari. Sementara itu, aren menghasilkan uang rerata Rp.14.700/pohon/hari. Semua angka sudah dipotong biaya panen, namun belum dipotong biaya produksi lain. Untuk sawit dan aren, porto produksi relatif tak beda jauh. Produk akhir yang dijual adalah TBS & nira.

Syarat Tumbuh Pohon Aren
Aren bisa tumbuh menggunakan baik pada ketinggian 3-1700 mdpl. Level idealnya terdapat pada 400-1500 mdpl. Aren akan membentuk nira yang banyak di daerah yang pada siang hari cuaca panas (25-32 derajat C), sementara dimalam hari suhu udara relatif dingin (15-20 derajat C).

Selain cuaca, faktor yg menghipnotis banyaknya air nira adalah perawatan dan pemupukan, salinitas, ketersediaan air tanah, kualitas bibit, dan yang paling penting merupakan perlakuan insan. Jika insan memotong pelepah daun aren terlalu banyak sebagai akibatnya daun yang tinggal hanya sedikit, maka produksi nira akan merosot tajam.

Ciri-ciri Pohon Aren yg Bagus

  • Batangnya besar .
  • Pelepah daunnya besar .
  • Daunnya lebar & panjang.
  • Akarnya membentuk tunggul, makin tinggi makin baik. Akar serabutnya halus & tunggul akarnya ini lebih besar daripada batangnya.
  • Lengan mayangnya sedang besarnya & tidak terlalu keras..
  • Buahnya poly & besar -besar (>4cm).
  • Ijuknya poly yg halus, nir kasar seluruh.
  • Saat dia berbunga betina, nir ada pohon aren lain pada dekatnya yang juga sedang berbunga betina.
  • Pohon aren dengan delapan kriteria pada atas adalah pohon yg potensial buat dijadikan indukan. Yang diambil merupakan biji dari buah matang yg berada pada bagian luar mayang, atau
  • 1/2 untaian mayang yang bagian atas. Buah yang berada di bagian dalam mayang, kurang baik dijadikan bakalan benih.

Cara Membuat Bibit Aren
Buah pada pohon yg sudah tua dipotong 1/2 bagian tandan mayangnya yang bagian bawah, kemudian dibuang & butir yg masih tersisa dibiarkan matang lalu jatuh sendiri.

Buah ini dikumpulkan di tempat yg terkena sinar mentari , lalu diinjak hingga pecah. Kemudian disiram kemudian dijemur. Setengah bulan kemudian bijinya diambil kemudian dicuci bersih. Hati-hati mengerjakannya, lantaran butir aren sangatlah gatal. Jika terkena getahnya yg gatal, cuci bersih menggunakan sabun lalu cuci dengan abu sekam padi. Bila terjadi pembengkakan, segeralah ke dokter.

Biji lalu dijemur kemarau selama dua-tiga hari. Kemudian direndam selama 10 hari. Tiriskan.

Buat lubang pada tanah sedalam 25 cm. Panjang & lebarnya sesuaikan menggunakan banyaknya biji yg akan disemai. Isi pasir setebal 12 centimeter. Lalu taburkan biji aren setebal lima centimeter. Tutupi pulang menggunakan pasir setebal 8 cm. Siram setiap dua hari sekali.

Jika berhasil, maka aren akan mulai berkecambah pada bulan ke 3. Jika sampai bulan keenam belum jua tumbuh, artinya Anda belum berhasil.

Menurut pengalaman kami, taraf perkecambahan hanya sekitar 20%. Yang 80% sisanya : gagal. Angka ini adalah nomor kebalikan bila dibandingkan jika kita mengkecambahkan biji kelapa sawit atau karet.

Kunci keberhasilan pengkecambahan ini adalah menjaga kelembaban. Medium tidak boleh terlalu basah atau kering. Harus selalu lembab. Lantaran itu disarankan agar membuat atap pada atas medium persemaian.

Panen kecambah dilakukan bila apokol atau mata tunas telah sepanjang 5 cm atau lebih. Jika kurang, maka kemungkinan apokol akan cepat kemarau karena masih terlalu muda. Apabila akan ditanam sendiri, biarkan kecambah sampai tumbuh menjarum atau berumur sekitar 45 hari semenjak mulai berkecambah.

Kecambah lalu ditanam ke dalam tanah bermedia polibag ukuran 12-17 cm atau lebih. Hindari pengunaan pupuk sangkar untuk mencegah timbulnya fungi. Benamkan dua/tiga bagian apokol. Lakukan dengan lembut, lantaran apokol ini relatif rentan. Jangan lupa buat membasahi tanah sebelumnya. Gunakan tanah gembur & berhumus banyak. Sebaiknya tanah dijemur terlebih dahulu, atau semprot tanah menggunakan fungisida semacam Bayleton atau Dithane 45. Ingat, musuh terbesar kecambah aren merupakan jamur dan media yang terlalu basah/kemarau. Lantaran itu, atap masih dibutuhkan hingga bibit berusia 3 bulan. Setelah itu, atap diganti menggunakan jaring resistor panas atau paranet 60%.

Cara Menanam Aren

  • Jarak tanam buat monokultur paling kedap adalah 5×5 meter. Bila masih mau ditumpangsarikan menggunakan palawija atau bumbu-bumbuan dan flora muda lainnya, maka jarak tanam yg kami anjurkan merupakan 5×7 meter. Untuk selingan flora keras semisal kopi, maka jeda tanam sebagai 5×8 meter. Dua baris kopi bisa ditanam di jalur gawang yg lebarnya 8 meter itu. Barisan dibuat sejajar Utara-Selatan.
    Untuk jeda tanam aren sistim tumpangsari menggunakan tanaman jenis lainnya, dapat merujuk pada goresan pena kami sebelumnya.
    Gali lubang berukuran lebar 30 cm, panjang 30 cm & dalam 40 centimeter. Pisahkan tanah permukaan dengan tanah bagian bawah. Semprot lubang dengan Dithane 45. Taburkan Dolomit atau Dotani 3 genggam ke dalam lubang. Biarkan 10-15 hari.
    Masukkan sebagian tanah permukaan. Beri NPK 2 gengam kemudian tutupi lagi menggunakan tanah permukaan.
    Buka polibag menggunakan pisau, lalu tanamkan bibit tegak lurus.
    Uruk dengan tanah bagian bawah sampai cukup.
    Untuk lembah tangkapan air, sisakan bagian atas lubang sedalam 7-8 cm. Artinya, lubang nir diuruk semua.

Demikian pembahasan tentang Pohon Aren. Semoga berguna.

Sumber : https://goo.gl/P9eoWx