My Blog Sebuah Ruang Dunia Pelajaran Edukasi & Teknologi Terkini

Aspek psikologi yang dialami tokoh Hazil

0
Posted in Pendidikan By rte4k

Aspek psikologi yang dialami tokoh Hazil

Aspek psikologi yang dialami tokoh Hazil

Aspek psikologi yang dialami tokoh Hazil

  1. Hazil seorang pemusik handal

“ Beberapa minggu penghabisan ini,”Jawab Hazil,”saya tidak berani bercerita padamu, takut tidak akan berhasil. Hingga sekarang aku juga masih bimbang ….rasanya belum cukup kuat aku gambarkan perjuangan manusia dalam musik ini…. Perjuangan manusia semenjak zaman dahulu ….. perjuangan memburu kebahagiaan.” (Hal 43)

Berdasarkan kutipan di atas, Hazil adalah seorang pemain musik yang handal, dia tidak mau bermain musik hanya untuk sekedar hobi saja tetapi sebaliknya dia ingin bermain musik dengan sungguh-sungguh yang  bisa membahagiakan orang lain atau penikmat musik.

  1. Hazil tidak pernah ragu-ragu

“ Dalam perjuangan kemerdekaan ini, tidak ada tempat pikiran kacau dan ragu-ragu,” kata Hazil. “Saya tidak pernah ragu, dari mulai. Saya sudah tahu-semenjak mula-bahwa jalan yang kutempuh ini adalah tidak ada ujung. Dia tidak aka nada habis-habisnya kita tempuh. Mulai dari sini sini, terus, terus, terus tidak ada ujungnya….” (Hal.49)

Berdasarkan kutipan di atas, Hazil memang seorang pemain musik yang luar biasa. Dia tidak ingin usahanya sia-sia tidak punya arti. Hazil tidak pernah ragu dengan apa yang telah dipilihnya bahkan dia sangat menekuninya sampai kapanpun dan tidak tahu ujungnya sampai dimana yang penting dia tetap terus dan tidak akan bosan-bosannya untuk bermain musik.

  1. Hazil menyukai Fatimah

“ Hazil tidak menyahut, dan sebentar sunyi dalam dapur itu, hanya bunyi kretakan apai makan kayu. Tiba-tiba mereka berdua merasa benar, bahwa hanya mereka dalam dapur kecil dan panas itu. Hanya mereka. Hazil melihat pada Fatimah. Fatimah melihat padanya. Mereka berdua merasa tiba-tiba udara menjadi pekat dan tegang dan mengandung sesuatu”.(Hal.116)

Berdasarkan kutipan di atas, Hazil dan Fatimah merasa ada sesuatu yang membuat keduanya tertarik dan akhirnya membuat kedua insane ini lupa dengan status mereka masing-masing dan terjadilah apa yang seharusnya tidak terjadi. Kedua insan tersebut melakukan sesuatu yang dilarang agama dan tiada rasa penyesalan.

  1. Hazil berkhianat pada guru Isa

“ Hazil menundukkan matanya, mengelakkan pandangan guru Isa. Aku berkhianat, aku khianati dia, tuduhnya pada dirinya sendiri, sekarang dia di sini menghadapi siksaaan seperti aku, karena aku pengecut, tidak tahan siksaan, dan Hazil menundukkan kepalanya ke dadanya, penuh malu kelaki-lakiannya dan malu persahabatan yang dikhianati, dan menangis terisak-isak seperti anak kecil.” (Hal 158)

Berdasarkan kutipan di atas, Hazil yang dikenal sebagai pemusik dan sahabat Guru Isa ternyata dia berkhianat pada temannya sendiri. Dia sangat menyesal dengan apa yang telah diperbuatnya, dia merasa telah mengingkari janjinya sendiri dan dia juga telah membuat Guru Isa menjadi menderita.

Baca Juga